Karantina, Santri Tetap Semangat Ngaji dan Bersholawat

Dalam situasi merebaknya Virus Covid-19 dimana kebanyakan pesantren di Indonesia dipulangkan namun berbeda dengan Pondok Mbodo yang  tetap mengadakan kajian kepesantrenan dengan sistem sementara yakni ” Karantina Pesantren”. Dalam kegiatan karantina ini santri diberikan kegiatan yang berbeda dengan kegiatan sehari – hari pesantren yang lebih menekankan pada pendidikan formal dan kajian kitab. Diantara kegiatan dalam Karantina Pesantren ini antara lain Bercocok Tanam, Outbond, Olahraga Pagi, beberapa kajian kitab sederhana yang dipandu langsung oleh Abah K. M. Ghufron ( Pengasuh ), serta kegiatan Belajar Sambil Bermain yang tentunya tidak merusak psikis dan sistem imun para santri.

Salah satu kegiatan rutin Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo adalah Majelis lapanan NKRI yang dilaksanakan satu kali setiap bulannya. Namun pada bulan ini dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan, Pondok Mbodo tetap melaksanakan Majelis NKRI namun tanpa jamaah dari luar. Hal ini telah disepakati dengan Maklumak Pesantren yang melarang tamu, wali santri, maupun orang luar berkunjung sampai batas waktu yang ditentukan. Kegiatan ini berlangsung pada malam Minggu Kliwon, 18 April 2020 dan bertempat di Maqam Mbah Mulyadi. Dengan rangkaian acara yang sama, namun sedikit berbeda saat melantunkan sholawat yang diiringi dengan musik Rebana. Dipimpin langsung oleh Abah K. M. Ghufron Mulyadi, para santri sangat bersemangat melantunkan sholawat dengan menggerakkan tangan yang bertujuan untuk menggapai kesempurnaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Abah K. M. Ghufron Mulyadi juga mengungkapkan bahwa santri yang masih di Pondok Mbodo saat kegiatan ini berlangsung merupakan santri yang beruntung, karena ditengah merebaknya Virus Covid-19 jarang sekali orang – orang dapat bersholawat dengan suka cita seperti santri Pondok Mbodo pada malam ini. Demikianlah kegiatan Karantina Pesantren yang mengasikkan dan akan disusul dengan Kegiata Kilatan Ramadan beberapa hari lagi.

 

Tinggalkan Balasan