Kemuliaan Bulan Sya’ban

Sya'ban

 

Kemuliaan Bulan Sya’ban

Oleh : Nur Hidayah

Santri Putri Pondok Mbodo

          Dalam bulan Sya’ban ada satu malam yang oleh Allah diberikan keistimewaan dan keberkahan didalamnya yaitu malam Nisfu Sya’ban ( Malam pertengahan Bulan Sya’ban ). Secara harfiah, istilah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan yakni tanggal 15 Sya’ban. Imam Ghozali mengitilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan Syafaat ( pertolongan ) dan Maghfiroh ( ampunan ). Malam Nisfu Sya’ban terletak pada tanggal 13, 14, 15 bulan Sya’ban. Menurut  Imam Ghozali, pada malam 13 Allah SWT memberikan sepertiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam 14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian pada malam 15 umat Islam memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam 15 inilah catatan amal manusia akan dinaikkan ke hadapah Allah SWT. Sabda Rasulullah ini menunjukkan keistimewaan malam pertengahan Bulan Sya’ban. Rasulullah menganjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan sholat malam, puasa pada esok harinya dan memperbanyak dzikir, wirid, dan mengingat mati, hari kebangkitan dari kubur, hari perhitungan ( hisab ) semua amal perbuatan manusia, dimana orang-orang yang beriman dan bertaqwa akan beruntung dan orang yang kufur dan dzalim akan merugi. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah yang artinya ” Jika datang malam Nisfu Sya’ban maka dirikanlah shalat malam dan berpuasalah pada esok harinya” ( HR Ibnu Majah ). Tidak hanya itu, ulama’ menyatakan Nisfu Sya’ban sebagai malam pengampunan kepada seluruh penduduk bumi terutama kepada hamba yang saleh.

Bulan Sya’ban dalam riwayat Aisah merupakan bulan yang dicintai oleh Rasulullah kemudian Rasullullah menyambungnya dengan puasa Ramadhan. Dalam sabda Rasulullah ” Rajab Bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadhan bulan ummatku”. Para ulama’ menganjurkan umat islam untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad di Bulan Sya’ban juga puasa sunnah karena Rasulullah memuliakan bulan ini dengan berpuasa sunnah, untuk melatih persiapan ilmu dan mental di bulan Ramadhan nanti. Kemudian memperbanyak amalan-amalan sunnah seperti membaca Al Qur’an, dzikir, istighfar, shalat tahajjud, witir, dhuha, dan sedekah.

Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia, oleh karena itu hendaklah kita umat Islam memuliakan bulan itu dengan amalan yang mulia pula seperti yang sudah disunahkan oleh Rasulullah. Semoga kita termasuk golongan yang berniat, berucap, dan berbuat baik dan termasuk hamba yang bersyukur.

 

Tinggalkan Balasan