SEJARAH PONDOK PESANTREN DARUL FALAH KI AGENG MBODO


 Pondok pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo berdiri pada tanggal 21 Agustus 2005 hari minggu kliwon.

Pondok pesantren ini berdiri bermula dari keprihatinan “Mbah Hari” beliau adalah salah satu tokoh pemerintah dan tokoh agama di Dusun Sendangsari,mbodo terhadap kemajuan keagamaan kepada masyarakat,si Mbah Hari memiliki sebidang tanah yang di waqafkan untuk masjid namun, belum ada seorang ustadz atau guru yang merawatnya,kemudian beliau berinisiatf menikahkan keponakannya dengan seorang santri.

Santri itu bernama Muhammad Ghufron,beliau adalah salah satu santri lulusan dari pondok pesantren Darul Falah Jekulo Kudus.Setelah menikah Muhammad Ghufron ini diminta untuk mengajar ngaji oleh Mbah Hari(paman dari sang istri) hari demi hari beliau lalui dari beberapa santri yang beliau ajar,hingga pada suatu hari beliau bermimpi bertemu dengan seorang ulama’,ulama’ itu berkata “suatu hari jika ada yang mengaji lalu ingin menginap di rumahmu maka terimalah”.Dikemudian hari ada beberapa santri yang ingin bermalam di rumah beliau mulai dar 3 orang menjadi 9,lalu bertambah menjadi 20,dengan berjalannya waktu,bertambahnya hari dan juga bertambahnya santri akhirnya beliau membuat program mengaji itu seperti program pondok pesantren,ada kitab kuningnya dan majelis,majelis yang beliau dirikan diberi nama NKRI(Nyandong KaRidhaning Ilahi) yang sekarang berganti menjadi MAJELIS JIMAD SHOLAWAT Ahad Kliwon.

Dengan terus bertambahnya santri yang tinggal di rumah beliau,kemudian beliau melakukan tabarukan di pondok beliau yaitu Darul Falah Jekulo Kudus,dengan hasil tabarukan akhirnya beliaupun memutuskan mendirikan pondok pesantren yang beliau beri nama Darul Falah Ki Ageng Mbodo atau yang kerap disebut Pondok Mbodo.Waktu berjalan,hari berganti,santri yang tinggal di rumah beliau terus bertambah,dengan dukungan guru,orang tua,istri,keluarga dan kerabat beliau membangun sebuah bangunan yang berukuran tidak besar yang diberi tulisan  “PONDOK PESANTREN DARUL FALAH KI AGENG MBODO” yang bertempat di Jln.Tombo Ati Dsn.Sendangsari Ds.Tambirejo, RT 05 RW 07 Kec.Toroh Kab.Grobogan Jawa Tengah.

Majelis ahad kliwon yang beliau dirikan semakin lama terus berkembang hingga memiliki beribu-ribu jama’ah yang mengikuti majelis ahad kliwon itu.Karena santri yang masuk pondok pesantren semakin bertambah,Pondok mbodo ini terus berkembang sehingga beliau memutuskan untuk menjadi kiai pesantren yang berdiam di pesantren untuk mendidik para santri-santrinya.